Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

41 Contoh Peluang Usaha di Desa untuk Ibu Rumah Tangga

Empat Puluh Satu Contoh Peluang Usaha di Desa untuk Ibu Rumah Tangga_Membuka usaha sekarang sangat mungkin bagi siapapun dan di manapun tidak terkecuali bagi para ibu rumah tangga. Bahkan para ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di pedesaan juga memiliki peluang yang sama besarnya untuk membuka usaha. Justru peluang usaha di Desa untuk ibu rumah tangga bisa dibilang jauh lebih besar dan jauh lebih bervariasi.

41 Contoh Peluang Usaha di Desa untuk Ibu Rumah Tangga

Hal ini karena di di daerah pedesaan yang jumlah penduduknya tidak sebanyak di Kota. Menjadikan persaingan usaha di Desa akan jauh lebih sedikit namun dengan sasaran konsumen yang cukup luas. Apalagi akses sumber daya alam di Desa cenderung lebih mudah daripada di Kota. Hal ini memungkinkan para ibu rumah tangga untuk tetap di Rumah sembari menjalankan usaha.

Apa saja contoh usaha yang bisa dilakukan para ibu rumah tangga di daerah pedesaan? Berikut ini ada 41 contoh yang bisa menjadi acuan. Bagi para ibu-ibu yang berniat untuk membuka usaha dan menghasilkan uang walaupun berada di daerah pedesaan.

Tidak hanya sekedar contoh, daftar berikut ini juga akan mengulas mengenai usaha yang sangat mungkin dilakukan para ibu rumah tangga di desa. Karena itu simak daftar contoh dan ulasan berikut ini yang mungkin saja memberi inspirasi untuk membuka usaha:

41 Contoh Peluang Usaha di Desa untuk Ibu Rumah Tangga

1. Membuka Peternakan Ayam

Peluang usaha di desa pertama untuk ibu rumah tangga adalah membuka peternakan ayam. Tidak hanya laki-laki yang bisa membuka bisnis peternakan, ibu rumah tangga juga bisa membuka bisis satu ini. Apalagi di desa dimana lahan yang tersedia masih banyak sehingga mudah untuk mendapatkan tempat untuk membuka peternakan.

Modal yang dibutuhkan untuk membuka peternakan ayam sendiri tidak terbilang mahal. Ibu rumah tangga bisa membuka peternakan dalam skala yang kecil terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan modal.

Melalui bisnis peternakan ayam ini ibu rumah tangga bisa mendapatkan keuntungan dari Rp5.000.000 sampai puluhan juta setiap bulannya. Hal ini tergantung dengan skala peternakan yang dibuka dan perkembangan peternakan itu sendiri. Jangan khawatir mengenai konsumen karena kebutuhan  akan daging maupun telur ayam akan selalu ada.

2. Budidaya Sayur-Sayuran dan Buah-Buahan

Peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga selanjutnya adalah melakukan budidaya sayur-sayuran atau buah-buahan. Selain luas dan banyak lahan yang tersedia, tanah di pedesaan juga cenderung lebih subur dan mudah untuk ditanami. 

Apalagi sama seperti daging dan telur ayam, kebutuhan akan sayuran dan buah-buahan akan selalu ada. Ibu rumah tangga tidak akan kesulitan untuk mencari konsumen. Modal untuk memulai bisnis ini pun tidak terlalu besar, bahkan ibu rumah tangga bisa memulai bisnis ini di halaman belakang rumah.

Tinggal menyediakan bibit dan mempelajari proses budidayanya saja. Walaupun terkesan sederhana dari bisnis ini, ibu rumah tangga bisa meraih keuntungan dari Rp2.000.000 sampai puluhan juta sesuai dengan perkembangan kualitas sayur dan buah yang dihasilkan.

3. Membuka Usaha Catering Untuk Acara di Desa

Untuk ibu-ibu rumah tangga yang punya hobi memasak wajib sekali untuk membuka bisnis satu ini. Apalagi di desa biasanya para penduduknya sangat suka mengadakan acara besar-besaran seperti acara resepsi pernikahan atau khitanan. Hal ini bisa menjadi peluang bagi para ibu rumah tangga menjadikannya lahan bisnis dan penghasilan tambahan.

Soal modal ibu tidak memerlukan banyak biaya untuk membuka usaha ini di awal. Bahkan bisnis katering ini bisa dimulai tanpa modal bila dilakukan di pedesaan. Alat-alat untuk memasak bisa memanfaatkan peralatan dapur yang sudah ada. Biaya belanja bisa menggunakan sistem DP dengan pihak yang menyelenggarakan acara. Keuntungan yang bisa didapatkan bisa mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Hal ini tergantung skala acara dan banyaknya pesanan yang diminta.

4. Memulai Jasa Menjahit untuk Warga Sekitar

Peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga satu ini wajib bagi para ibu yang memiliki kemampuan untuk menjahit. Daripada kemampuan tersebut hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri. Jauh lebih baik dikembangkan dengan menerima membuka jasa menjahit dan menerima jasa jahitan dari warga atau tetangga sekitar yang ada di pedesaan.

Apalagi di pedesaan pastinya masih sangat jarang ada toko baju jadi penduduknya cenderung membuat baju sendiri dengan jasa tukang jahit. Ibu rumah tangga pun tidak perlu modal uang untuk memulai bisnis ini.

Hanya berbekal kemampuan menjahit saja, selain itu ibu juga bisa menghasilkan uang dari jasa menjahit tanpa perlu meninggalkan rumah. Hasilnya mulai dari puluhan ribu per pesanan sampai ratusan ribu tergantung tarif yang ditetapkan sendiri.

5. Menjadi Agen Pulsa dan Token Listrik

Sekarang teknologi pun sudah mulai merambah pedesaan, pastinya tidak sedikit orang di desa yang sudah menggunakan smartphone. Selain smartphone pastinya mereka juga sudah menggunakan perangkat listrik dengan memanfaatkan token listrik. Hal ini bisa menjadi peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga yang baru.

Berbekal smartphone ibu rumah tangga bisa menjadi agen pulsa dan token listrik di lingkungannya. Apalagi sudah banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan oleh para pengguna smartphone untuk bisnis ini.

Jadi ibu rumah tangga tidak perlu repot mencari produsen asal lagi, modal yang diperlukan pun cenderung kecil. Hanya dengan modal awal sekitar Rp500.000 saja ibu rumah tangga bisa memulai bisnis ini dengan keuntungan sampai jutaan rupiah.

6. Membuka Toko Kelontong untuk Kebutuhan Sehari-Hari

Jika para ibu memiliki modal lebih sekitar Rp5.000.000 ke atas bisa mencoba peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga satu ini. Yaitu membuka toko kelontong untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Tidak seperti di Kota yang memiliki banyak sekali minimarket dan supermarket,. Warga desa pasti perlu ke pasar untuk mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari.

Membuka toko kelontong di depan rumah akan memudahkan akses warga sekitar untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Tentu saja, tanpa perlu jauh-jauh ke pasar. Melalui usaha ini ibu rumah tangga bisa meraih keuntungan Rp5.000.000 bahkan lebih setiap bulannya. Apalagi jika memang tidak ada toko kelontong lain di desa  sekitar. Bisa dipastikan bahwa usaha toko kelontong ini akan sangat laris manis.

7. Budidaya Ikan Air Tawar di Halaman Belakang Rumah untuk Konsumsi

Bisnis satu ini identik dilakukan oleh para laki-laki namun bukan berarti tidak bisa dilakukan para perempuan. Bahkan bisa pula dilakukan oleh para ibu rumah tangga, apalagi dengan membuka bisnis budidaya ikan air tawar ini. Ibu rumah tangga tidak perlu meninggalkan rumah terlalu jauh. Karena para ibu bisa memanfaatkan halaman belakang untuk dibangunkan kolam.

Ada banyak varian budidaya ikan yang bisa dilakukan mulai dari ikan konsumsi seperti lele dan mujair. Untuk memulai bisnis ini para ibu memerlukan modal sekitar Rp5.000.000 dengan estimasi keuntungan Rp2.000.000 sekali panen bahkan lebih. Hal ini juga tergantung dengan jumlah ikan dipanen dan kualitas ikannya.

8. Menjual Berbagai Macam Roti dan Kue

Bagi ibu rumah tangga yang memiliki kemampuan untuk membuat berbagai macam jajanan kue dan roti. Bisa menjajal peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga satu ini yaitu berjualan roti dan kue. Ibu rumah tangga bisa menjajakannya pada tetangga sekitar desa atau mungkin membuka dan menerima jasa pesanan pembuatan kue untuk hajatan atau acara lainnya.

Untuk modal pastinya tidak terlalu banyak yang dibutuhkan karena ibu bisa menggunakan peralatan membuat kue yang sudah dimiliki. Untuk modal bahan pembuatan kuenya bisa disesuaikan dengan jumlah kue yang dibuat. Jika masih awal lebih baik jangan membuat kue terlalu banyak, jumlah bisa ditambah seiring dengan bertambahnya pelanggan yang membeli kue dan roti yang dibuat.

9. Menyewakan Lahan untuk Orang Lain Membuka Perkebunan atau Peternakan

Bagi yang memiliki tanah warisan yang luas namun bingung bagaimana cara mengelolanya agar mendapatkan uang. Daripada salah dalam pengelolaan lebih baik serahkan saja kepada orang lain untuk dikelola menjadi perkebunan atau peternakan. Para ibu rumah tangga bisa menerapkan sistem sewa untuk penggunaan tanah ini. Sewa bisa dibayarkan secara bulanan bahkan tahunan.

Penghasilan dari penyewaan tanah bisa sangat besar tergantung dari luas tanah yang disewakan. Bisa mulai dari Rp5.000.000 sampai puluhan juta rupiah karena pengelolaannya yang diserahkan kepada orang lain.

Para ibu rumah tangga tinggal duduk manis saja menerima uang sewa yang akan diberikan oleh penyewa. Namun pastikan tetap mengawasi kegiatan pada tanah yang disewakan. Hal ini agar menghindari penyalahgunaan oleh pihak penyewanya.

10. Menjual Berbagai Macam Gorengan

Peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga selanjutnya adalah berjualan gorengan. Siapa orang yang tidak suka dengan gorengan? Apalagi di desa, gorengan menjadi camilan favorit. Mulai dari singkong goreng, sukun goreng, tahu isi, dan sebagainya. Apalagi untuk mendapatkan bahan-bahan gorengan di desa tidaklah sulit.

Modalnya pun tidak banyak, ibu rumah tangga bisa memulai bisnis ini di depan rumah saja. Memanfaatkan alat masak yang sudah ada. Untuk bahan modal pun tidak perlu banyak biaya cukup Rp500.000 saja. Bahkan bisa kurang dari itu jika gorengan yang dibuat tidaklah banyak. Keuntungan dari berjualan gorengan relatif kecil setiap harinya.Sekitar Rp50.000 sampai Rp100.000 saja per hari. Namun tetap saja akan banyak jika dikumpulkan.

11. Menjadi Reseller Pakaian atau Menjual Barang-Barang Fashion

Pada lingkungan desa biasanya tidak banyak orang yang berjualan baju atau toko barang-barang fashion. Ibu rumah tangga bisa memanfaatkan hal ini untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Jika bingung soal modal dan stok produk, ibu rumah tangga bisa memulainya dengan menjadi reseller atau dropship dari produk tertentu

Menjadi reseller dan dropship memungkin ibu rumah tangga untuk mendapatkan barang dan produk fashion tanpa perlu mengeluarkan modal di awal. Selain bisa dijual di warga sekitar rumah yang ada di desa. Para ibu rumah tangga juga bisa menjual produk-produk dropship dan reseller tersebut secara online.  Keuntungan yang didapatkan bisa disesuaikan dengan kerja sama dengan pihak produsen.

12. Membuka Warung Nasi di Depan Rumah

Ada peluang usaha di desa untuk para ibu rumah tangga yang jago masak selain catering. Jika tidak ingin membuka jasa catering dan menunggu acara hajatan yang jarang-jarang. Para ibu rumah tangga bisa beralih dengan membuka warung nasi. Tidak perlu menyewa tempat atau ruko baru untuk membuka usaha ini. Cukup gelar tenda di depan rumah saja dengan meja dan perabotan yang biasa digunakan di rumah.

Hal ini selain mengurangi modal juga efektif  untuk menarik pelanggan yang targetnya adalah warga sekitar di desa. Ibu rumah tangga tidak perlu membuka warung seharian, cukup buka di waktu-waktu tertentu saja yang tepat. Seperti pagi hari ketika orang mencari sarapan atau malam hari untuk orang yang pulang kerja. Hal ini membuat para ibu bisa membagi fokusnya antara membuka warung dan mengurus rumah.

13. Memulai Bisnis Ikan Hias Akuarium di Rumah

Selain bisnis ikan untuk dikonsumsi, bisnis ikan hias juga tidak kalah menguntungkannya loh bagi para ibu rumah tangga. Apalagi bisnis satu ini bisa dilakukan dari rumah, modalnya pun tidak terlalu besar Tidak seperti ikan untuk konsumsi yang memerlukan kolam sebagai tempat hidup. Untuk bisnis ikan hias yang diperlukan hanyalah akuarium saja.

Maka, dengan begitu bisnis ini bisa dilakukan oleh para ibu rumah tangga yang tidak memiliki halaman rumah yang luas. Selain itu modalnya juga cenderung sedikit yaitu sekitar R3.000.000 sampai Rp5.000.000 saja. Modal bisa bertambah besar tergantung ikan hias yang dipilih untuk dibudidayakan. Namun hal tersebut juga diiringi dengan kemungkinan keuntungan yang semakin besar pula.

14. Menjual Bahan Bakar Bermotor atau Pertamini

Peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga satu ini adalah yang paling berpotensi untuk mendatangkan banyak keuntungan. Para ibu bisa mendapatkan keuntungan Rp500.000 bahkan jutaan rupiah per bulannya dengan usaha ini. Usaha tersebut adalah berjualan bahan bakar bermotor atau membuka pertamini.

Pada daerah seperti desa, pom bensin atau SPBU pasti sangatlah jauh dan orang-orang akan kesulitan mengakses. Para pemilik motor sendiri pasti lebih memilih untuk membeli bahan bakar di pertamini yang dekat daripada pom bensin yang besar tapi jauh. Pada daerah pedesaan bahan bakar merupakan kebutuhan utama, tidak hanya untuk kendaraan bermotor saja namun juga alat-alat pertanian.

Untuk modal yang diperlukan juga tidak terlalu besar usaha ini bisa dimulai dengan kisaran modal Rp3.000.000 saja. Namun pastikan ada kemudahan akses bagi para ibu untuk mendapatkan bahan bakar dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini juga perlu dipertimbangkan sebelum membuka usaha.

15. Menyediakan Jasa Make Up atau Tata Rias

Kemampuan lain yang bisa jadi peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga  selain menjahit dan memasak adalah berdandan. Jika para ibu memiliki kemampuan berdandan dan berhias yang bagus bisa mulai membuka dan menyediakan jasa make up untuk orang lain.

Apalagi di desa pastinya tidak banyak orang yang menyediakan jasa seperti ini. Karena itu jika ada hajatan terutama pernikahan orang di desa biasanya mendatangkan penata rias dari daerah lain.

Untuk modalnya tidaklah banyak, para ibu bisa menggunakan peralatan make up sehari-hari untuk memulai bisnis ini. Peralatan make up bisa ditambahkan seiring dengan bertambahnya pelanggan dan permintaan pelanggan yang semakin meningkat. Untuk keuntungan sendiri, para ibu bisa mendapatkan ratusan ribu rupiah untuk satu kali rias.

16.  Membuka Warung Kopi untuk Tempat Nongkrong

Peluang bisnis di desa untuk para ibu yang selanjutnya ini bisa dibilang memerlukan modal yang cukup besar. Namun hal ini diiringi dengan kemungkinan mendapatkan keuntungan yang besar pula. Usaha yang dimaksud adalah membuka warkop atau warung kopi untuk tempat nongkrong warga sekitar. Utamanya adalah para anak muda dan bapak-bapak yang memang suka kopi.

Untuk membuka usaha warung kopi ini yang paling sederhana saja para ibu memerlukan modal Rp5.000.000 sampai Rp10.000.000. Hal ini meliputi bahan untuk kopi, membuat makanan pendamping, dan meja dan kursi di warkop. Namun jika banyak dikunjungi, para ibu bisa mendapatkan keuntungan Rp3.000.000 per bulannya bahkan lebih.

Warung kopi bisa dibuka di depan rumah saja atau lokasi lain yang tidak jauh dari rumah. Hal ini agar para ibu rumah tangga masih bisa membagi fokusnya dengan pekerjaan yang ada di rumah. Agar menarik lebih banyak pelanggan, bisa juga ditambahkan jaringan WiFi agar orang-orang semakin tertarik.

17.  Menyediakan Jasa Fotocopy atau Print Dokumen

Kebutuhan untuk foto copy atau print dokumen akan dibutuhkan di mana saja termasuk di daerah seperti desa.  Untuk jasa foto copy dan print yang ada di desa yang tidak terlalu banyak. Para ibu rumah tangga tidak memerlukan mesin fotocopy besar yang harganya puluhan juta.

Bisnis ini bisa dimulai dengan bermodalkan printer serbaguna yang memiliki fungsi print dan fotocopy sekaligus. Mesin ini bisa didapatkan dengan harga di bawah Rp2.000.000. Para ibu rumah tangga juga memerlukan perangkat komputer atau laptop untuk memulai bisnis ini. Membuka jasa foto kopi dan jasa print dokumen ini bisa memberikan keuntungan ratusan ribu rupiah bagi para ibu rumah tangga setiap harinya.

18.  Menyediakan Jasa Les untuk Anak-Anak di Desa

Jika di lingkungan sekitar atau di desa yang ditinggali ada banyak anak-anak usia sekolah, para ibu rumah tangga bisa mencoba untuk membuka tempat les untuk anak-anak di desa. Para ibu memerlukan papan tulis dan beberapa meja sebagai sarana belajar anak-anak nantinya. Para ibu juga perlu menyediakan ruangan di rumah yang cukup luas sebagai tempat belajar.

Peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga satu ini, selain bisa menjadi tambahan penghasilan bagi para ibu rumah tangga di desa. Menyediakan jasa les untuk anak-anak ini juga bisa dijadikan sarana bagi para ibu untuk berbagi ilmu. Sekaligus membantu para ibu lain untuk meningkatkan prestasi anak-anaknya.

19. Menjadi Reseller atau Dropship Barang dari Produsen Lain

Sekarang sudah banyak produsen,  tidak hanya produk pakaian atau fashion saja yang membuka kesempatan bergabungnya reseller dan dropship. Para ibu rumah tangga bisa menjadi reseller atau dropship produk tertentu sesuai dengan kebutuhan dan produk yang diminati di lingkungan desa. Mungkin saja bisa menjadi reseller atau dropship produk vitamin dan obat-obatan atau produk lain yang kiranya dibutuhkan warga desa.

Menjadi reseller atau dropship ini memungkinkan para ibu rumah tangga untuk memulai bisnis tanpa modal sedikitpun. Keuntungan yang didapatkan bergantung pada kemampuan para ibu dalam menawarkan barang dagangannya.  Selain ke warga sekitar para ibu juga bisa menawarkan barang reseller dan dropship tersebut secara online.

20. Membuka Jasa Laundry di Rumah

Membuka jasa laundry bisa menjadi peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga yang tepat. Apalagi jika para ibu sudah memiliki mesin cuci sendiri hal ini bisa dimanfaatkan menjadi modal dasar membuka usaha laundry. Target sasarannya adalah para warga sekitar dan tetangga di desa yang mungkin sudah terlalu lelah di rumah untuk cuci baju lagi setelah bekerja seharian. Atau mungkin cucian yang sulit dibersihkan seperti bed cover, jaket tebal, dan sebagainnya.

Untuk memperkecil modal para ibu bisa membeli deterjen dan pelembut pakaian secara kiloan yang jauh lebih murah. Jika para ibu sudah memiliki mesin cuci modal lainnya cukup dengan Rp500.000 saja.

21. Membuat Aksesoris dan Pernak-Pernik

Para ibu biasanya memiliki tangan yang rapi dan kreatif, hal ini bisa dimanfaatkan untuk membuat aksesori dan pernak-pernik yang lucu dan bagus. Para ibu bisa membuat gelang, kalung, pin hijab, dan sebagainya.

Produk bisa ditawarkan ke tetangga sekitar atau untuk memperluas pasar bisa ditawarkan secara online pula. Maka, apabila ada para ibu yang memiliki hobi membuat aksesoris dan pernak-pernik in, wajib untuk memanfaatkannya sebagai peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga yang baru.

22.  Menjual Tanaman Hias

Seperti yang dikatakan sebelumnya, tanah di desa yang cenderung lebih subur sangat cocok untuk peluang bisnis bercocok tanam. Selain menanam sayuran dan buah-buahan atau tanaman konsumsi lain.

Para ibu juga bisa mencoba menanam tanaman hias untuk dijual, apalagi saat ini tanaman hias sangatlah populer dan banyak diminati. Walaupun begitu peluang usaha untuk ibu rumah tangga di desa satu ini memerlukan modal yang bisa dibilang tidak sedikit.

Para ibu memerlukan setidaknya Rp10.000.000 di awal untuk pembibitan dan perawatan. Namun keuntungan yang dapat diraih juga bisa sangat tinggi. Apalagi jika yang dijual adalah tanaman hias populer yang berharga tinggi.

23.  Membuka Salon dan Jasa Potong Rambut di Desa

Bagi para ibu yang memiliki keahlian untuk menata dan memotong rambut bisa membuka salon di depan rumah untuk para warga desa. Agar semakin banyak orang yang tertarik, terutama para perempuan. Ibu-ibu bisa melengkapi salonnya dengan berbagai macam perawatan lainnya. Tidak hanya potong rambut, namun juga creambath, smoothing, spa, sampai pijat dan perawatan kulit.

Selain kemampuan untuk menata dan memotong rambut, peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga satu ini juga memerlukan modal yang tidak sedikit. Terutama untuk alat perawatan salon dan obat-obat yang diperlukan setidaknya para ibu memerlukan Rp7.000.000 untuk salon skala kecil. Namun melalui bisnis ini para ibu bisa meraih penghasilan ratusan ribu rupiah per harinya.

24.  Berjualan Bumbu Masakan Setengah Jadi

Jika para ibu tidak memiliki banyak waktu untuk berjualan makanan yang sudah jadi. Usaha bisa dimodifikasi dengan menjual bumbu masakan setengah jadi saja. Para ibu bisa membuat bumbu masakan seperti bumbu soto, gule, dan masakan lainnya.

Kemudian ditaruh pada wadah-wadah besar kemudian dijual dengan kemasan plastik sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pelanggan. Ibu juga bisa langsung mengemas bumbu dalam tempat plastikan.

Dengan berjualan bumbu masakan setengah jadi, ibu lebih menghemat waktu untuk memasak untuk jualan dan mengurus rumah. Selain itu keuntungan yang bisa didapatkan juga cukup besar hingga puluhan ribu per harinya apalagi dengan kemungkinan konsumen yang banyak.

25.  Memulai Usaha Peternakan Sapi

Peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga ini memang bisa dibilang memerlukan modal yang paling besar dibandingkan dengan contoh usaha lain yang disebutkan di sini. Namun para ibu tidak perlu beternak sapi dalam jumlah banyak dulu untuk memulainya. Para ibu bisa memulai dengan 1 sampai 3 ekor sapi dengan membangun kandang di dekat rumah. Untuk pakan bisa dicari di alam sekitar dengan rumput atau membuat dedak.

Baru jika keuntungan sudah mulai terlihat, para ibu rumah tangga bisa menambah jumlah sapi. Bahkan juga memperluas kandang yang ada. Mungkin saja peternakan menjadi besar hingga ibu memerlukan pegawai nantinya.

26.  Membuka Kursus Jahit dan Menyulam

Perempuan di desa biasanya sudah menguasai kemampuan menjahit namun hanya dasarnya saja. Hal ini bisa dimanfaatkan para ibu rumah tangga untuk membuka kursus jahit pada tingkat yang lebih lanjut pada perempuan di desa. Jika ada modal yang cukup besar, para ibu bisa menyediakan mesin jahit untuk dipelajari para murid kursus.

Namun jika tidak ada kelas bisa dilakukan dengan mempelajari teknik jahitan dan menyulam dengan tangan. Selain menambah pendapatan cara ini juga turut membantu orang-orang di lingkungan sekitar. Terutama dalam peningkatan kemampuan dan menambahkan skill pada perempuan yang ada di desa.

27.  Menjadi Agen Pembayaran Tagihan

Penduduk desa kadang kerepotan untuk membayar tagihan seperti tagihan listrik pada PLN, tagihan air pada PDAM dan sebagainya. Walaupun semua tagihan tersebut bisa dilakukan secara online namun tidak banyak orang yang tahu.

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga untuk mencari penghasilan tambahan. Berbekal smartphone dan akses pada PPOB atau payment point online bank. Para ibu rumah tangga tidak hanya menjadikannya peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga.

Namun juga turut membantu warga desa sekitar agar semakin mudah dalam melakukan pembayaran dalam berbagai tagihan. Soal keuntungan tarif per transaksi bisa ditentukan sendiri oleh para ibu. Namun baiknya untuk tidak mematok harga yang terlalu mahal karena mungkin saja malah menyusahkan pelanggan.

28.  Membuka Toko Pakaian Sendiri

Penduduk di desa biasanya agak kesulitan untuk berbelanja pakaian karena jauhnya dari pusat pertokoan. Karena itu hal ini bisa dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga untuk membuka toko pakaiannya sendiri. Usaha ini memang membutuhkan modal yang cukup besar pada awalnya.

Kenapa? karena para ibu harus menyetok barangnya sendiri. Namun, dengan minimnya persaingan yang ada, maka warga desa akan banyak berbelanja baju pada toko pakaian yang dibuka oleh para ibu.

Hal ini sudah pasti dapat memberikan keuntungan yang besar pada para ibu. Selain itu toko pakaian juga bisa dibuka di Rumah saja. Hal ini membuat para ibu bisa menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan rumah.

29. Membuka Jasa Cuci Kendaraan

Pada daerah pedesaan pasti banyak orang yang mengandalkan kendaraan pribadi sebagai akses transportasi. Hal ini karena terbatasnya akses transportasi umum ke desa, kendaraan yang paling sering digunakan adalah sepeda motor. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh para ibu untuk membuka jasa cuci kendaraan. Para ibu juga tidak perlu modal besar untuk memulai bisnis ini.

Bisnis bisa dimulai di halaman depan rumah dengan selang, sumber air, sabun yang sudah ada dan dimiliki sebelumnya. Jika pelanggan sudah mulai ramai dan banyak yang menggunakan jasa para ibu. Para ibu bisa mengambil pegawai untuk meringankan beban pekerjaan. Selain peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga, bisnis ini sekaligus dapat membuka lapangan pekerjaan baru di desa.

30.  Mengembangkan Pertanian Hidroponik

Tidak semua para ibu di desa tinggal di Rumah dengan halaman yang luas atau memiliki lahan yang bisa diolah. Namun bukan berarti para ibu tidak bisa memulai berbisnis di bidang pertanian. Solusinya para ibu bisa mulai mengembangkan pertanian hidroponik. Zaman sekarang ada banyak alternatif menanam tanaman baik tanaman hias maupun tanaman konsumsi tanpa media tanah.

Untuk memulai bisnis ini para ibu memerlukan modal Rp700.000 sampai Rp1.000.000 sesuai dengan media hidroponik apa yang dipilih. Sudah banyak distributor yang menawarkan paket budidaya hidroponik sekaligus bibit tanamannya yang membuat modal usaha ini semakin murah. Budidaya dengan sistem hidroponik juga bisa dilakukan di sekitar rumah saja tanpa perlu lahan yang luas.

31. Menjadi Distributor dan Menjual Frozen Food

Pada daerah seperti pedesaan, mungkin tidak banyak orang  bahkan mungkin tidak ada orang sama sekali yang berjualan frozen food. Walaupun begitu rasa frozen food yang enak pasti akan sangat menarik minat warga desa. Hal ini bisa menjadi peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga dengan menjadi distributor dan berjualan frozen food.

Agar tidak perlu membeli freezer atau produk sendiri, para ibu bisa menjadi reseller atau menjadi agen dari produsen tertentu. Biasanya dengan sistem ini para ibu akan disediakan freezer termasuk produk frozen foodnya saja. Para ibu tinggal menyediakan tempat dan aliran listrik untuk memasang freezer di rumah.

32. Membuka Kursus Tata Rias

Ada banyak orang utamanya adalah perempuan yang mungkin berminat untuk mempelajari kemampuan berdandan atau tata rias. Namun keterbatasan akses membuat orang-orang tersebut tidak tahu harus belajar ke mana.

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh para ibu yang memiliki kemampuan tata rias untuk membuka kursus tata rias. Selain membuka jasa tata riasnya, para ibu juga bisa menawarkan pada perempuan sekitar yang berminat untuk mempelajari cara tata rias.

Bisnis ini bisa dimulai tanpa modal sedikitpun, loh karena para ibu bisa meminta murid yang mengikuti kelas untuk membawa peralatan make upnya sendiri. Para ibu juga bisa memakai peralatan make up yang sudah ada untuk mengajar.

33. Menjadi Agen Transfer Uang Antar Bank

Mesin ATM pastinya tidak terdapat banyak di desa dan sangat mungkin orang di desa belum mengenal sistem e-banking. Hal ini bisa dimanfaatkan para ibu untuk membuka jasa transfer uang antar bank. Bermodalkan smartphone saja dan pemahaman berbagai aplikasi transfer yang. Para ibu bisa memulai bisnis ini.

Membuka bisnis ini memungkinkan para ibu untuk meraih keuntungan ratusan ribu per bulan yang didapatkan dari fee yang ditetapkan setiap jasa transaksi yang digunakan. Selain memperoleh keuntungan, para ibu juga turut membantu sekitar untuk memudahkan proses transaksi dan transfer uang.

34. Menyediakan Jasa  Menjaga Anak

Pada daerah pedesaan pun pasti ada ibu pekerja yang kebingungan mencari orang yang bisa menjaga anaknya utamanya di siang hari. Para ibu rumah tangga bisa membantu para ibu tersebut sekaligus memanfaatkannya sebagai peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga. Ibu-ibu bisa menjaga anak di rumah sendiri sambil merawat anak sendiri dan menjaga rumah.

Selain dapat menambah penghasilan untuk diri sendiri. Para ibu juga bisa membantu untuk meringankan beban para ibu-ibu pekerja. Para ibu pun bisa pergi bekerja dengan perasaan yang lebih tenang. Usaha ini juga bisa dilakukan tanpa modal sedikitpun, karena keperluan anak bisa diberikan oleh si ibu.

35.  Berjualan Skincare dan Produk Perawatan Kulit

Perempuan sekalipun di desa pasti ingin memperhatikan kesehatan kulit dan merawat kecantikannya. Namun karena keterbatasan akses, mereka sering kali sulit untuk mendapatkan produk skin care dan perawatan kulit yang lain. Untuk menjawab kebutuhan ini para ibu bisa menjadi berjualan skincare dan produk perawatan kulit di rumah.

Pastinya para perempuan di desa akan lebih memilih untuk membeli di tempat yang dekat daripada yang jauh. Untuk memulai bisnis berjualan skincare dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Apalagi jika para ibu ingin menjual produk yang bervariasi agar bisa meraih banyak pelanggan.

36. Berjualan Snack Kiloan yang Dikemas Ulang

Para ibu bisa mencoba membeli snack kiloan dengan berbagai variasi di pasaran dengan harga yang murah. Kemudian mengisinya kembali ke plastik-plastik yang lebih kecil dan menjualnya dengan harga yang lebih murah. Pastinya akan banyak orang yang tertarik untuk membeli, karena harganya yang murah banyak variasinya. Apalagi orang-orang bisa membeli snack tersebut dalam jumlah sedikit untuk camilan satu waktu saja.

37.  Menyediakan Jasa Pembukuan Bagi Usaha Kecil Menengah yang Ada di Sekitar

Pada perdesaan usaha yang berkembang biasanya masih kelas UMKM atau mikro sampai menengah. Skala usaha seperti ini biasanya belum memiliki sistem pembukuan yang baik dan benar. Bagi para ibu yang memiliki pengetahuan di bidang pembukuan ini bisa menawarkan jasa pada UMKM-UMKM tersebut. Jasa yang ditawarkan adalah untuk membuat sistem pembukuan yang lebih rapi dan efisien bagi UMKM.

Selain bisa mendapatkan penghasilan tambahan tanpa modal. Peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga satu ini juga bisa membantu UMKM sekitar agar lebih memajukan usahanya. Mulai dari merapikan kas dan jalannya pencatatn pembukuannya.

38.  Berjualan Burger dan Hot Dog

Burger dan hotdog bisa dibilang merupakan makanan yang awam bagi warga desa. Karena itu pasti banyak orang yang tertarik mencoba jika para ibu mencoba berjualan makanan ini. Modalnya pun tidak terlalu besar mungkin cukup di bawah Rp500.000 untuk bahan-bahan makanannya. Bahan makanan yang dibutuhkan seperti sosis dan ham. Roti untuk burger dan hotdog berbagai jenis saus seperti saos tomat, sambal, dan mayonaise.

Sedangkan alat masaknya, para ibu bisa menggunakan alat masak yang memang sudah ada di dapur saja. Jika ramai dan menarik perhatian dipastikan para ibu rumah tangga bisa meraih keuntungan hingga ratusan ribu per bulan bahkan per harinya.

39. Berjualan Alat dan Bahan untuk Kegiatan Pertanian

Mata pencaharian utama warga desa biasanya adalah sebagai petani sudah seharusnya mereka memerlukan alat dan bahan untuk kegiatan pertanian. Ibu rumah tangga bisa memanfaatkan hal ini untuk berjualan dengan menyediakan alat dan bahan untuk kegiatan pertanian. Seperti pupuk, benih tanaman, cangkul, bahkan jika ada modal lebih besar ibu rumah tangga bisa mencoba untuk menjadi distributor mesin traktor.

Modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini memang cukuplah besar. Apalagi jika para ibu ingin stok banyak barang. Namun mengingat banyaknya kemungkinan konsumen di desa. Keuntungan yang didapatkan pun bisa sangat besar jika berhasil.

40.  Kreatif dengan Membuat  Kerajinan dari Anyaman

Pada alam di desa ada banyak bahan yang bisa dijadikan bahan anyaman seperti bambu, daun jati, dan berbagai jenis daun lainnya. Bahan ini bisa diambil dari alam secara gratis sehingga bisnis ini bisa dimulai tanpa modal sekalipun. Karena yang menjadi modal utama dari peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga ini adalah kekreatifan. Sekaligus keterampilan para ibu dalam mengolah anyaman menjadi produk kerajinan.

Untuk penjualan, jika produknya bagus para ibu tidak hanya bisa menawarkannya pada warga sekitar saja. Namun juga memasarkannya secara online dan mengirimkan produk kerajinan tersebut ke berbagai daerah. Anyaman bisa menjadi bisnis yang menjanjikan dalam peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga.

41.  Membuka Kursus untuk Membuat Kue

Orang desa terutama para perempuannya biasanya sudah memiliki kemampuan memasak yang alami. Apalagi jika berbicara soal kuliner tradisional yang ada di desa tersebut. Namun tidak semua memiliki kemampuan untuk membuat kue. Karena memang proses memasak kue dengan masakan biasa sangatlah berbeda. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh para ibu rumah tangga yang memiliki kemampuan di bidang baking.

Berbekal kemampuan di bidang ini dan peralatan dapur yang sudah ada. Para ibu bisa menarik perhatian warga sekitar untuk mempelajari cara membuat kue. Karena dilakukan di daerah desa lebih baik untuk tidak mematok harga yang terlalu mahal sekitar ratusan ribu saja untuk beberapa kali pertemuan. Selain itu kelas kursus juga bisa dilakukan di rumah saja sehingga para ibu bisa menghasilkan tanpa perlu meninggalkan rumah.

Itulah 41 contoh peluang usaha di desa untuk ibu rumah tangga yang bisa dicoba para ibu yang bertempat tinggal di desa. Menjadi ibu rumah tangga dan tinggal di daerah pedesaan ternyata bukan hambatan bagi perempuan untuk terus berkarya.

Walaupun di desa, ternyata banyak kesempatan bagi para ibu untuk mendapatkan penghasilan sendiri bahkan tanpa perlu keluar atau meninggalkan rumah. Untuk para ibu yang sedang mencari peluang berbisnis dan menambah penghasilan di desa. 41 contoh di atas bisa menjadi inspirasi untuk memulai usaha ibu sendiri di desa. Para ibu bisa memilih salah satunya yang paling cocok dengan situasi dan kemampuan para ibu saat ini.